Banyak Anak Itu Baik.. :)
oleh: Susi Anggraini
Saya sangat suka menonton program Hafidz Qur'an Indonesia yang ditayangkan oleh salah satu stasiun TV swasta, setaip kali melihat anak-anak tersebut dengan baiknya membaca ayat-ayat Allah diusia yang sangat belia, sungguh membuat hati saya haru.. menjadi motivasi bagi saya dan anak saya dalam menghafal Alquran.
Menonton dan membaca tentang para hafidz cilik selalu memberi inspirasi bagi diri saya. Kali ini, Allah memberikan motivasi kepada saya dengan mengenal langsung para hafidz cilik.. bukan lagi melalui TV ataupun internet.. tapi Allah hadirkan langsung di depan mata saya.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar..
Inilah profil singkat dari keluarga hafidz dari Pulau NIas, yang atas izin Allah saya bisa berinteraksi dengan mereka..
Ayah: Ramlan Dalimunte (Abdurrahim), lahir 4 Desember 1968
Ibu : Sri Mahrani Hasibuan (Siti Hajar), lahir 12 Maret 1978
Anak-anak:
1. Andriani Dalimunte (Fathimah), lahir 6 Juli 1998. Hafidz usia 12 tahun
2. Amin Rais (Abuzar), lahir 21 Oktober 1999. Hafidz usia 12 tahun
3. Muhammad Lutfi, lahir 4 Desember 2002. Hafidz usia 9 tahun
4. Ummu Kulsum, lahir 7 April 2004. Hafidz umur 9 tahun
5. Hasan Basri, lahir 30 Agustus 2006. Hafidz usia 8 tahun
6. Abdullah Zubair, lahir 20 November 2008. Hafidz usia 6 tahun. Saat ini, juga hafal lebih dari 400 hadist
7. Ahmad Hanzalah, lahir 19 Januari 2011. Hafal 19 juz
8. Muhammad Yusuf (alm), lahir 20 Oktober 2012. Wafat usia 1 tahun 10 bulan.
9. Aisyah, lahir 6 Agustus 2015.
Oya, ternyata ibu Siti Hajar berharap masih Allah karuniakan dua orang anak lagi.. Masya Allah..
Sepertinya program pemerintah dengan slogan "Dua anak lebih baik" tidak cocok untuk keluarga ini.. :)
Untuk keluarga ini lebih cocok dengan slogan "Banyak anak itu lebih baik.."
Anda pasti penasaran, apakah keluarga ini adalah keluarga yang kaya raya? Punya rumah mewah dengan beberapa pembantu yang siap dipanggil kapan saja? Atau uang milyaran rupiah untuk membiayai pendidikan anak-anaknya? Atau punya bisnis wisata di Pulau Nias yang merupakan salah satu destinasi andalan Sumatera Utara, sehingga bisa bepergian jauh?
Sedikit informasi tentang sang ayah, mungkin bisa menjawab rasa penasaran Anda.. :)
Bapak Ramlan Dalimunte, yang lebih suka dipanggil Abdurrahim, lahir dan besar di Deli Serdang. Pendidikan terakhir beliau adalah Diploma jurusan Sastra di slah satu perguruan tinggi di Sumatera Utara. Pada tahun 1997, belaiu menikah dengan ibu Sri Mahrani yang lebih suka dipanggil Siti Hajar, kemudian mereka tinggal di medan.
Tahun 2000, mereka hijrah ke Pulau Nias karena Pak Abdurrahim ditugaskan menjadi guru di SMP Negeri Gunung Sitoli di Pulau Nias. Sejak tahun 2000 hingga 2013, beliau mengajar mata pelajaran sejarah di SMPN tersebut. Namun kemudian beliau memilih berhenti menjadi PNS, dan memilih untuk mengajar umat ini tentang agamanya.. Islam.
Terhitung sejak 2013, Pak Abdurrahim berhenti menjadi PNS. Namun, jauh ditahun-tahun sebelumnya.. proses hijrah dalam diri Pak Abdurrahim telah bermula.. kehidupan keluarga Pak Abdurrahim mulai berubah.. bak kupu-kupu.. ia bermetamorfosa..
Jumat, 11 Agustus 2017
Mengenal Keluarga Hafidz Dari Pulau Nias (Tulisan ke-1)
Awal Yang Baik
Oleh Susi Anggraini
Malam terakhir Ramadhan tahun ini, terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya. Biasanya, shalat tarawih diimami oleh bapak-bapak yang umurnya kisaran 40 tahun ke atas. Tapi malam ini, tarawih di masjid An-Nahl di kompleks rumahku diimami oleh seorang anak yang berusia 10 tahun. Anak tersbut bernama Hasan Basri yang sudah hafal 30 juz Alqur'an. Bahkan telah hafal Alqur'an saat umurnya 8 tahun. Masya Allah..
Usai taraweh, kami berkesempatan mendengar tausyiah dari ayahnya Hasan Basri. Saya dan para jamaah sholat taraweh tentu saja penasaran bagaiman proses yang dijalani oleh Hasan Basri sehingga bisa hafidz di usia muda. Ternyata Hasan Basri adalah anak kelima dari sembilan bersaudara. Dari sembilan bersaudara tersebut, enam orang sudah hafidz. Bahkan putra yang keenam hafidz diusia enam tahun. Yang sangat istimewa dari keluarga ini adalah mereka semua menjadi hafidz bukan di pondok pesanteren, tapi di rumah.. ya di rumah.. Masya Allah..
Qodarullah, Allah menjadikan mereka hafidz melalui tangan ibu kandungnya. Tergambar bagaimana besarnya peran sang ibu dalam pendidikan mereka. Sang ayah bercerita bahwa ia seringkali meninggalkan rumah dalam waktu lama (beberapa minggu bahkan bulan). Namun hafalan anak-anaknya tidak terganggu, bahkan tetap berjalan dan bertambah beberapa juz. Ini adalah bukti bahwa sang ibu adalah pendidik utama di rumah mereka.
Rasa penasaran saya terus bergulir, bahkan membesar seperti bola salju.. Rasa penasaran saya sangat besar bukan hanya kepada Hasan Basri dan saudara-saudaranya, tapi justru kepada sosok perempuan luar biasa, yang begitu besar andilnya terhadap kesuksesan mereka menjadi para hufadz. Namun, saya tidak tau bagaimana caranya bisa bertemu dengan perempuan tersebut yang tinggalnya di tempat yang sangat jauh yaitu di Pulau Nias, Sumatera Utara.
Syawal, hari kedua.. Allah memberikan nikmat yang luar biasa kepada saya dan keluarga.. Allah hantarkan tamu mulia ke rumah saya.. Keluarga hafidz itu, hadir di rumah saya.. Saya tidak pernah mengira bahwa di rumah saya akan hadir para hufadz.. Ya, Hasan Basri dan keluarganya bersilaturahim ke rumah kami. Hasan Basri, dan dua saudaranya yang hafidz plus adiknya yang masih balita.. juga ayah dan ibunya.. ya ibunya Hasan Basri.. itulah perempuan yang saya sangat ingin bertemu dan ngobrol banyak dengannya.. akhirnya Allah jumpakan saya dengannya.. Alhamdulillah..Alhamdulillah... Allahu Akbar..
Saya tidak tau sebelumnya, kalau ternyata selama ini Hasan Basri datang ke Bandarlampung dengan semua anggota keluarganya. Dengan formasi lengkap :) .. Ayah, ibu, semua kakak dan adiknya. Mereka khusus datang untuk memotivasi kaum muslim untuk menjadi pencinta dan penghafal Alqur'an.. Masya Allah.. Keberadaan Hasan Basri dan saudaranya pun telah banyak diketahui oleh warga Bandarlampung, bahkan Hasan Basri menjadi undangan khusus dari Walikota Bandarlampung, Bpk. Herman HN. Juga, diundang untuk mengaji di acara khusus istri Gubernur Lampung. Hasan Basri juga menjadi imam tarawih dan sholat malam di beberapa masjid besar di Bandarlampung.
Kembali ke momemt perjumpaan saya dengan ibunda para hafidz.. tentu saja tak saya lewatkan begitu saja.. ada banyak hal yang saya bicarakan.. tepatnya saya tanyakan tantang dirinya, keluarganya, cara ia mendidik putra-putrinya.. Karena begitu banyak yang ingin saya tanyakan, maka perjumpaan pertama itu tidak memuaskan hati saya :). Sayapun berdoa kepada Allah agar bisa berjumpa lagi dengan ibunya para hafidz tersebut. Saya persiapkan dirinya saya dengan berbagai pertanyaaan yang akan saya ajukan kepada beliau. Alhamdulillah beberapa waktu kemudian Allah kabulkan doa saya.. Alhamdulillah..
Ada banyak ilmu yang saya dapatkan dari perjumpaan dengan ibundanya para hafidz.. dan saya tak akan sanggup menahannya sendiri.. jadi saya akan menuangkannya dalam tulisan-tulisan saya.. karena ada banyak bahasan, maka saya akan buat dalam beberapa tulisan terpisah.. semoga tulisan saya bisa Anda ambil manfaatnya..
Oleh Susi Anggraini
Malam terakhir Ramadhan tahun ini, terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya. Biasanya, shalat tarawih diimami oleh bapak-bapak yang umurnya kisaran 40 tahun ke atas. Tapi malam ini, tarawih di masjid An-Nahl di kompleks rumahku diimami oleh seorang anak yang berusia 10 tahun. Anak tersbut bernama Hasan Basri yang sudah hafal 30 juz Alqur'an. Bahkan telah hafal Alqur'an saat umurnya 8 tahun. Masya Allah..
Usai taraweh, kami berkesempatan mendengar tausyiah dari ayahnya Hasan Basri. Saya dan para jamaah sholat taraweh tentu saja penasaran bagaiman proses yang dijalani oleh Hasan Basri sehingga bisa hafidz di usia muda. Ternyata Hasan Basri adalah anak kelima dari sembilan bersaudara. Dari sembilan bersaudara tersebut, enam orang sudah hafidz. Bahkan putra yang keenam hafidz diusia enam tahun. Yang sangat istimewa dari keluarga ini adalah mereka semua menjadi hafidz bukan di pondok pesanteren, tapi di rumah.. ya di rumah.. Masya Allah..
Qodarullah, Allah menjadikan mereka hafidz melalui tangan ibu kandungnya. Tergambar bagaimana besarnya peran sang ibu dalam pendidikan mereka. Sang ayah bercerita bahwa ia seringkali meninggalkan rumah dalam waktu lama (beberapa minggu bahkan bulan). Namun hafalan anak-anaknya tidak terganggu, bahkan tetap berjalan dan bertambah beberapa juz. Ini adalah bukti bahwa sang ibu adalah pendidik utama di rumah mereka.
Rasa penasaran saya terus bergulir, bahkan membesar seperti bola salju.. Rasa penasaran saya sangat besar bukan hanya kepada Hasan Basri dan saudara-saudaranya, tapi justru kepada sosok perempuan luar biasa, yang begitu besar andilnya terhadap kesuksesan mereka menjadi para hufadz. Namun, saya tidak tau bagaimana caranya bisa bertemu dengan perempuan tersebut yang tinggalnya di tempat yang sangat jauh yaitu di Pulau Nias, Sumatera Utara.
Syawal, hari kedua.. Allah memberikan nikmat yang luar biasa kepada saya dan keluarga.. Allah hantarkan tamu mulia ke rumah saya.. Keluarga hafidz itu, hadir di rumah saya.. Saya tidak pernah mengira bahwa di rumah saya akan hadir para hufadz.. Ya, Hasan Basri dan keluarganya bersilaturahim ke rumah kami. Hasan Basri, dan dua saudaranya yang hafidz plus adiknya yang masih balita.. juga ayah dan ibunya.. ya ibunya Hasan Basri.. itulah perempuan yang saya sangat ingin bertemu dan ngobrol banyak dengannya.. akhirnya Allah jumpakan saya dengannya.. Alhamdulillah..Alhamdulillah... Allahu Akbar..
Saya tidak tau sebelumnya, kalau ternyata selama ini Hasan Basri datang ke Bandarlampung dengan semua anggota keluarganya. Dengan formasi lengkap :) .. Ayah, ibu, semua kakak dan adiknya. Mereka khusus datang untuk memotivasi kaum muslim untuk menjadi pencinta dan penghafal Alqur'an.. Masya Allah.. Keberadaan Hasan Basri dan saudaranya pun telah banyak diketahui oleh warga Bandarlampung, bahkan Hasan Basri menjadi undangan khusus dari Walikota Bandarlampung, Bpk. Herman HN. Juga, diundang untuk mengaji di acara khusus istri Gubernur Lampung. Hasan Basri juga menjadi imam tarawih dan sholat malam di beberapa masjid besar di Bandarlampung.
Kembali ke momemt perjumpaan saya dengan ibunda para hafidz.. tentu saja tak saya lewatkan begitu saja.. ada banyak hal yang saya bicarakan.. tepatnya saya tanyakan tantang dirinya, keluarganya, cara ia mendidik putra-putrinya.. Karena begitu banyak yang ingin saya tanyakan, maka perjumpaan pertama itu tidak memuaskan hati saya :). Sayapun berdoa kepada Allah agar bisa berjumpa lagi dengan ibunya para hafidz tersebut. Saya persiapkan dirinya saya dengan berbagai pertanyaaan yang akan saya ajukan kepada beliau. Alhamdulillah beberapa waktu kemudian Allah kabulkan doa saya.. Alhamdulillah..
Ada banyak ilmu yang saya dapatkan dari perjumpaan dengan ibundanya para hafidz.. dan saya tak akan sanggup menahannya sendiri.. jadi saya akan menuangkannya dalam tulisan-tulisan saya.. karena ada banyak bahasan, maka saya akan buat dalam beberapa tulisan terpisah.. semoga tulisan saya bisa Anda ambil manfaatnya..
Rabu, 07 September 2016
Decoupage Pada Media Kanvas
Bismillah..
Postingan kali ini, saya akan berbagi pengalaman saya mengenai tehnik decoupage di media kanvas. Setiap orang punya teknik tersendiri, yang saya lakukan merupakan teknik yang umumnya berlaku.
Alat dan bahan yang mesti kita siapkan adalah:
1. Media kanvas
2. Tissue motif
3. Lem putih
3. Varnish
Media kanvas dan tissue motif yang saya gunakan merupakan 'giveaway' dari FP Naturacraft Decoupage Shop
Karena media yang saya gunakan permukaannya sudah berwarna putih, maka saya tidak membutuhkan cat untuk mengecat permukaannya.
Lem putih yang saya gunakan adalah lem lokal yang sudah dicairkan. Sedangkan varnish yang saya gunakan adalah yang doff.
Berikut ini adalah tahapan decoupage:
1. Bersihkan permukaan kanvas, pastikan tidak ada sesuatu yang akan mengganggu proses penempelan
2. Gunting tissu sesuai motif yang diinginkan
Saya mengambil tema 'Koleksi Kupu-kupu', sehingga saya menggunting motif kupu-kupu dalam kotak persegi. Juga beberapa motif bunga sebagai penghias, tidak terlalu banyak agar fokusnya tetap kepada koleksi kupu-kupu.
3. Kelupas lapisan bawah tissu secara perlahan agar tidak sobek
Bila lapisan bawah tidak bisa dikelupas, biarkan saja apa adanya.
4. Sapukan lem putih di atas media kanvas
Sapukan di bagian yang akan kita tempelkan tissue saja
5. Tempelkan tissue yang sudah kita gunting
Usap dengan jari secara perlahan, dari arah dalam ke luar
6. Sapukan lem putih di atas tissue yang sudah ditempel
Sapukan secara merata mengikuti alur motif, dari tengah ke arah luar. Ini dimaksudkan agar tidak ada bagian yang menggelembung, baik karena udara ataupun bagian tissue yang tertumpuk.
7. Keringkan
Bisa dikering-anginkan dengan cara dijemur atau pun dengan menggunakan hair dryer.
8. Sapukan lem putih sekali lagi
Ini untuk memastikan bahwa semua bagian tissue telah menempel dengan sempurna
9. Keringkan sekali lagi
10. Sapukan varnish
Varnish disapukan secara merata ke atas tissue yang sudah di lem sempurna. Ini dimaksudkan untuk mempercantik tampilan decoupage yang kita buat.
11. Keringkan
Bila telah kering, kita bisa sapukan varnish sekali lagi bila dibutuhkan. Namun bila dirasa sudah cukup, berarti proses decoupage telah selesai.
Kanvas kita pun siap memperindah dinding rumah kita..
Minggu, 04 September 2016
Mengenal Decoupage
Beberapa waktu yang lalu saya baru saja belajar menghias clucth pandan dengan tehnik decoupage. Seru dan menyenangkan.. itu kesan saya terhadap decoupage ini. Tentu saja membuat saya bersemangat untuk terus mengasah ilmu tentang decoupage. Terlebih lagi setelah saya ketemu fan page Naturacraft decoupage shop yang rajin 'menayangkan' hasil-hasil dari decoupage. Nah, yang lebih menyenangkan lagi.. saya dapat giveaway dari fan page tersebut..Alhamdulillah.. dapat kanvas dan dua puluh lembar napkin dengan motif yang cuantiik-cuantiikk.. :)
Nah, untuk yang penasaran dengan decoupage.. mudah-mudahan tulisan saya berikut ini bisa sedikit mengobati rasa penasarannya he..he..
Decoupage adalah seni menghias media dengan cara menempelkan sesuatu, bisa berupa kertas atau kain ke permukaan media tersebut. Semakin tipis kertas atau kain yang digunakan, hasilnya pun akan semakin baik. Media bisa berupa kain kanvas, botol, kayu, kulit, dsb. Intinya media tersebut dapat ditempeli kertas atau kain.
Yang saya suka dari decoupage ini adalah ia memenuhi rasa penasaran saya terhadap seni lukis.. :). Yap, untuk urusan seni lukis saya benar-benar nyerah karena saya gak "nyeni" urusan gambar-menggambar atau lukis-melukis... Tapi dengan decoupage saya berasa PD ajah..xixixi :)
Oke, kita lanjut lagi pembahasan tentang decoupage..
Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan decoupage:
1. Media yang akan dihias
Media yang digunakan dibersihkan terlebih dahulu permukaannya, sehingga memudahkan pada saat proses penempelan nantinya.
2. Bahan atau objek yang akan ditempelkan
Bahan bisa menggunakan kain, kertas kado, napkin/tissue bermotif. Saat ini sudah banyak tersedia tissue khusus untuk decoupage.
3. Cat akrilik
Bila menginginkan media dengan dasar berwarna putih atau warna lainnya, kita bisa terlebih dahulu mengecatnya menggunakan cat akrilik.
4. Lem
Lem yang digunakan untuk decoupage haruslah lem berwarna putih. Kita bisa membeli lem putih khusus untuk decoupage, tapi harganya mahal. Kita juga bisa menggunakan lem putih yang ada di toko, dengan mencairkannya menggunakan air. Perbandingan antara lem dengan air adalah 1:1
5. Varnish
Varnish digunakan sebagai finishing dari decoupage. Varnish akan memberikan kesan yang lebih artistik pada objek decoupage. Bila menggunakan tissue khusus decoupage, varnish akan menghasilkan kesan objek yang ditempel seakan dilukis :)
6. Kuas
Kuas yang digunakan disesuaikan dengan lebar objek yang akan ditempel. Tapi intinya, kuas bisa kita gunakan untuk menyapukan lem atau varnish dengan baik di atas objek yang kita gunakan.
7. Gunting
Gunting kita butuhkan untuk menggunting bahan/objek yang akan kita tempelkan.
8. Hair dryer (optional)
Untuk mengeringkan hasil decoupage kita bisa menggunakan sinar matahari atau hair dryer.
Ini adalah hasil decoupage saya yang pertama.. clucth pandan "Wardah".. hasil WS dengan mbak Lusia Ria, teman di group facebook Crafter Lampung Community.. :)
Kalau yang ini, hasil try and error.. :). Saya menggunakan tas berbahan kulit dengan bahan dasar hitam..
Untuk cara atau tutorial decoupage, insya Allah akan hadir pada tulisan saya selanjutnya..:)
Nah, untuk yang penasaran dengan decoupage.. mudah-mudahan tulisan saya berikut ini bisa sedikit mengobati rasa penasarannya he..he..
Decoupage adalah seni menghias media dengan cara menempelkan sesuatu, bisa berupa kertas atau kain ke permukaan media tersebut. Semakin tipis kertas atau kain yang digunakan, hasilnya pun akan semakin baik. Media bisa berupa kain kanvas, botol, kayu, kulit, dsb. Intinya media tersebut dapat ditempeli kertas atau kain.
Yang saya suka dari decoupage ini adalah ia memenuhi rasa penasaran saya terhadap seni lukis.. :). Yap, untuk urusan seni lukis saya benar-benar nyerah karena saya gak "nyeni" urusan gambar-menggambar atau lukis-melukis... Tapi dengan decoupage saya berasa PD ajah..xixixi :)
Oke, kita lanjut lagi pembahasan tentang decoupage..
Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk melakukan decoupage:
1. Media yang akan dihias
Media yang digunakan dibersihkan terlebih dahulu permukaannya, sehingga memudahkan pada saat proses penempelan nantinya.
2. Bahan atau objek yang akan ditempelkan
Bahan bisa menggunakan kain, kertas kado, napkin/tissue bermotif. Saat ini sudah banyak tersedia tissue khusus untuk decoupage.
3. Cat akrilik
Bila menginginkan media dengan dasar berwarna putih atau warna lainnya, kita bisa terlebih dahulu mengecatnya menggunakan cat akrilik.
4. Lem
Lem yang digunakan untuk decoupage haruslah lem berwarna putih. Kita bisa membeli lem putih khusus untuk decoupage, tapi harganya mahal. Kita juga bisa menggunakan lem putih yang ada di toko, dengan mencairkannya menggunakan air. Perbandingan antara lem dengan air adalah 1:1
5. Varnish
Varnish digunakan sebagai finishing dari decoupage. Varnish akan memberikan kesan yang lebih artistik pada objek decoupage. Bila menggunakan tissue khusus decoupage, varnish akan menghasilkan kesan objek yang ditempel seakan dilukis :)
6. Kuas
Kuas yang digunakan disesuaikan dengan lebar objek yang akan ditempel. Tapi intinya, kuas bisa kita gunakan untuk menyapukan lem atau varnish dengan baik di atas objek yang kita gunakan.
7. Gunting
Gunting kita butuhkan untuk menggunting bahan/objek yang akan kita tempelkan.
8. Hair dryer (optional)
Untuk mengeringkan hasil decoupage kita bisa menggunakan sinar matahari atau hair dryer.
Ini adalah hasil decoupage saya yang pertama.. clucth pandan "Wardah".. hasil WS dengan mbak Lusia Ria, teman di group facebook Crafter Lampung Community.. :)
Kalau yang ini, hasil try and error.. :). Saya menggunakan tas berbahan kulit dengan bahan dasar hitam..
Untuk cara atau tutorial decoupage, insya Allah akan hadir pada tulisan saya selanjutnya..:)
Kamis, 01 September 2016
Manfaat Buah Pepaya
Pepaya atau di sebagian daerah juga disebut kates, memiliki nama Latin Carica papaya. Pepaya merupakan tanaman asli Amerika Tengah dan Meksiko. Pepaya memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi manusia.
Dalam sistematika tumbuhan, tanaman pepaya diklasifikasikan ke dalam :
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Violales
Famili: Caricaceae
Genus: Carica
Spesies: Carica papaya L.
Dalam klasifikasi tanaman, pepaya termasuk dalam famili Caricaceae. Famili ini memiliki empat genus, yaitu Carica, Jarilla, Jacaranta, dan Cylicomorph. Ketiga geus petama merupakan tanaman asli Amerika tropis, sedangkan genus ke empat merupakan tanaman yang beasal dari Afrika. Genus Carica memiliki 24 spesies, salah satu diantaranya adalah pepaya. Tanaman dari genus Carica banyak diusahakan petani karena buahnya enak dimakan. Genus lainnya hanya lazim untuk dinikmati keindahan habitusnya.
Pepaya merupakan tanaman herba. Batangnya berongga, biasanya tidak beracun, dan tingginya dapat mencapai 10 m. Daunnya merupakan daun tunggal, berukuran besar, dan bercangkap. Tangkai daun panjang dan berongga. Bunganya terdiri dari tiga jenis, yaitu bunga jantan, bunga betina, dan bunga semurna. Bentuk buah bulat sampai lonjong. Batang, daun, dan buahnya mengandung getah yang memiliki daya enzimatis, yaitu dapat memecah protein. Pertumbuhan tanaman papaya termasuk cepat karena antara 10-12 bulan setelah ditanam buahnya telah dapat dipanen.
Beberapa kandungan nutrisi dari buah pepaya:
1. Serat
Buah pepaya memiliki kandungan serat yang sangat tinggi, karena itu pepaya sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan. Juga baik untuk dimasukkan dalam menu diet sehat.
2. Vitamin
Vitamin A dan C adalah vitamin yang kandungannya paling tinggi di dalam buah pepaya, sehingga pepaya merupakan salah satu buah dengan kandungan anti oksidan tinggi.
3. Enzym
Salah satu enzym yang dikandung oleh buah pepaya adalah papain, berguna untuk melancarkan pencernaan.
4. Air
Buah pepaya merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi.
5. Senyawa-senyawa lainnya
Buah pepaya mengandung ß-karotene, pectin, d-galaktosa, 1-arabinosa, papain, papayotimin papain, fitokinase.
Buah pepaya akan memberikan manfaat yang nyata bila dikonsumsi secara rutin. Berikut beberapa manfaat buah pepaya:
1. Melancarkan buang air besar
2. Mengatasi sembelit
3. Mencegah ambeien
4. Meremajakan kulit
5. Menurunkan berat badan
Tips mengonsumsi buah pepaya agar lebih terasa manfaatnya:
- makan setidaknya seporsi kecil buah pepaya setiap pagi hari sebelum sarapan (sebelum pukul 09.00)
- makan setidaknya seporsi kecil buah pepaya setiap malam hari (2 jam setelah makan malam)
- minum air putih minimal 2 liter setiap hari
Selamat mencoba..
credit to:
http://www.klasifikasitanaman.com/2013/05/klasifikasi-tanaman-pepaya.html
http://manfaatnyasehat.blogspot.co.id/2013/06/manfaat-daun-pepaya-biji-bunga-dan-akar.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pepaya
Dalam sistematika tumbuhan, tanaman pepaya diklasifikasikan ke dalam :
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Violales
Famili: Caricaceae
Genus: Carica
Spesies: Carica papaya L.
Dalam klasifikasi tanaman, pepaya termasuk dalam famili Caricaceae. Famili ini memiliki empat genus, yaitu Carica, Jarilla, Jacaranta, dan Cylicomorph. Ketiga geus petama merupakan tanaman asli Amerika tropis, sedangkan genus ke empat merupakan tanaman yang beasal dari Afrika. Genus Carica memiliki 24 spesies, salah satu diantaranya adalah pepaya. Tanaman dari genus Carica banyak diusahakan petani karena buahnya enak dimakan. Genus lainnya hanya lazim untuk dinikmati keindahan habitusnya.
Pepaya merupakan tanaman herba. Batangnya berongga, biasanya tidak beracun, dan tingginya dapat mencapai 10 m. Daunnya merupakan daun tunggal, berukuran besar, dan bercangkap. Tangkai daun panjang dan berongga. Bunganya terdiri dari tiga jenis, yaitu bunga jantan, bunga betina, dan bunga semurna. Bentuk buah bulat sampai lonjong. Batang, daun, dan buahnya mengandung getah yang memiliki daya enzimatis, yaitu dapat memecah protein. Pertumbuhan tanaman papaya termasuk cepat karena antara 10-12 bulan setelah ditanam buahnya telah dapat dipanen.
Beberapa kandungan nutrisi dari buah pepaya:
1. Serat
Buah pepaya memiliki kandungan serat yang sangat tinggi, karena itu pepaya sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan. Juga baik untuk dimasukkan dalam menu diet sehat.
2. Vitamin
Vitamin A dan C adalah vitamin yang kandungannya paling tinggi di dalam buah pepaya, sehingga pepaya merupakan salah satu buah dengan kandungan anti oksidan tinggi.
3. Enzym
Salah satu enzym yang dikandung oleh buah pepaya adalah papain, berguna untuk melancarkan pencernaan.
4. Air
Buah pepaya merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi.
5. Senyawa-senyawa lainnya
Buah pepaya mengandung ß-karotene, pectin, d-galaktosa, 1-arabinosa, papain, papayotimin papain, fitokinase.
Buah pepaya akan memberikan manfaat yang nyata bila dikonsumsi secara rutin. Berikut beberapa manfaat buah pepaya:
1. Melancarkan buang air besar
2. Mengatasi sembelit
3. Mencegah ambeien
4. Meremajakan kulit
5. Menurunkan berat badan
Tips mengonsumsi buah pepaya agar lebih terasa manfaatnya:
- makan setidaknya seporsi kecil buah pepaya setiap pagi hari sebelum sarapan (sebelum pukul 09.00)
- makan setidaknya seporsi kecil buah pepaya setiap malam hari (2 jam setelah makan malam)
- minum air putih minimal 2 liter setiap hari
Selamat mencoba..
credit to:
http://www.klasifikasitanaman.com/2013/05/klasifikasi-tanaman-pepaya.html
http://manfaatnyasehat.blogspot.co.id/2013/06/manfaat-daun-pepaya-biji-bunga-dan-akar.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pepaya
Langganan:
Postingan (Atom)








